Internet telah menjadi belantara teks. Gugel adalah dewa dari para dewa, yang selalu dipanggil-panggil ketika kita masuk ke rimba raya ini. Gugel memberi petunjuk jalan, meski ia bukan jalan itu sendiri. Ia membukakan, meski kadang juga tak menyelesaikan.
Tak bisa menyelesaikan karena Gugel kadang merekam dan mencatat yang palsu. Saya agak yakin, semua orang yang pernah memasukkan info pribadinya di internet pasti pernah memberi info atau data palsu. Alasannya macam-macam. Takut privasinya terganggu, malas, ingin tetap misterius, ingin aneh, atau ribuan alasan lain.
Namun kepalsuan memang menyatu dalam diri setiap orang. Mulai kapan? Mungkin mulai ketika ia mengenal orang lain. Kapan itu? Mungkin sejak nalarnya mulai tegak.