Taman Kering

Tanya:
Saya pegawai yang tinggal di sebuah rumah dengan luas bangunan 70 meter persegi. Di bagian depan rumah, masih ada sisa tanah kurang lebih 10 meter persegi dan saya ingin membangun taman di area tersebut. Pertanyaan saya:
1.Taman seperti apa yang cocok? Saya tertarik dengan model taman kering karena tidak berisiko menjadi sarang nyamuk. Sebagai gambaran, bangunan dan perabotan di dalam rumah saya bertipe modern
2.Apa saja hal yang harus saya perhatikan untuk mewujudkan taman di depan rumah itu? Jenis tanaman apa yang cocok?

Jawab:


Pilihan taman kering rasanya memang cocok dengan model rumah ibu yang bertipe modern. Luas lahan juga memungkinkan untuk itu. Prinsip dari taman yang bertipe kering adalah dominasi dari unsur bebatuan, pasir, dan pengerasan pada bagian-bagian tertentu. Merawat taman kering juga lebih mudah karena tidak memerlukan penyiraman rutin.

Nah, hal-hal yang sebaiknya ibu perhatikan dalam merencanakan dan membangun taman kering idaman adalah sebagai berikut.
Pertama, perhatikan sinar matahari yang menerpa area taman tersebut. Apakah sinar matahari memandikan area tersebut pada pagi, siang, atau sore hari? Atau justru tempat tersebut sama sekali tak tersentuh oleh sinar matahari? Ini diperlukan untuk menentukan jenis tanaman yang akan dipilih sebagai penyejuk mata anggota keluarga Anda.

Kedua, bagaimana kelembaban dan sirkulasi udara di area calon taman itu? Lembab? Kering? Area yang lembab akan memancing lumut tumbuh subur di situ sehingga bebatuan juga akan dengan mudah diselimuti lumut. Beberapa jenis tanaman juga tidak suka udara lembab, karena akan membuatnya cepat busuk atau tidak tumbuh maksimal.

Ketiga, pilih jenis batu dan pasir yang sesuai selera Anda. Ada banyak jenis batu yang bisa digunakan, mulai dari batu ambon, batu flores, batu alor, mik bali, batu lampung, batu bengkulu. Umumnya, nama batu diambil dari nama daerah asal batu tersebut diperoleh. Kontras warna batu yang dihasilkan akan membangkitkan sensasi tersendiri ketika ditata, sementara tekstur batuan juga membangkitkan eksotisme nan elok.

Jenis tanaman yang cocok ditentukan berdasarkan lokasi taman, apakah di area dalam (indoor) atau luar (outdoor). Untuk taman indoor, contoh tanaman yang cocok antara lain sansevieria (lidah mertua), lili paris, atau begonia. Sementara lidah buaya, agave, sikas, siklok, palem, nanas-nanasan, kaktus, bisa dipilih untuk area dalam maupun luar.

2 Comments

  1. SANTY said,

    02 April 2008 at 3:17 pm

    Saya ingin membuat taman indoor, tepatnya untuk di bawah tangga. daerah bawah tangga ini terbagi dua: daerah kering dan daerah lembab. apa saja tanaman yang cocok untuk daerah kering dan daerah lembab? terima kasih

  2. 02 May 2013 at 3:24 pm

    Siklok hijau cukup bagus untuk ditanam di dalam rumah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: