Pentingnya Perlindungan Ketika Hidup di Tanah Risiko

Mobil Avanza yang mengalami kecelakaan pada musim Lebaran 2007 di daerah Bawen, Semarang.

Andai kutahu

Kapan tiba ajalku

Kuakan memohon,

Tuhan tolong panjangkan umurku…(Ungu Band)

 

Bersyukurlah kita karena kita tak pernah tahu kapan ia akan tiba. Seandainya setiap manusia sudah tahu kapan ajal akan tiba, atau akan seperti apa jalan hidupnya sampai ajal tiba, hidup akan membosankan. Monoton. Dan hanya akan dua tipe manusia di bumi ini: manusia tertawa dan manusia menangis. Yang jalan hidupnya indah akan tertawa sepanjang hidupnya, sedangkan yang pahit akan terus-terusan menangis dan meratap.

 

Namun karena justru ia adalah rahasia kepunyaan Sang Pemilik Hidup, kehidupan menjadi lebih penuh warna, memberi dinamika. Yang baru saja tertawa, tiba-tiba dipaksa atau terpaksa menangis. Dan sebaliknya. Karena manusia tidak pernah tahu rahasia yang satu ini, setiap orang dapat merencanakan hidupnya, bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik, dan bercita-cita menjalani hidup sesuai pilihannya. Dan karena apa yang akan terjadi dalam perjalanan waktu ke depan –bahkan untuk sedetik berikutnya—bersifat tidak pasti, manusia sesungguhnya memerlukan suatu cara untuk mengurangi risiko atas ketidakpastian itu. Misalnya ketika gambaran-gambaran hidup yang mereka susun menyimpang dari yang dibayangkan, dunia yang ingin mereka jalani berbeda antara harapan dan kenyataan, atau ketika Tuhan meminta kita “selesai”.

 

Namun, meski sebagian besar orang tahu bahwa ia harus mengurangi risiko itu, belum banyak orang yang bersedia berpikir ke arah sana. Atau kalaupun bersedia, belum tahu bagaimana caranya dan dengan apa. Di situlah peran utama asuransi. Masih sedikit orang yang “melek” terhadap asuransi, bahkan di kalangan yang sebenarnya memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut dalam program perlindungan risiko tersebut. Bagi sebagian orang, asuransi dipandang kurang memberi manfaat karena biaya yang harus mereka keluarkan bisa mereka kelola sendiri dan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar.

 

Sebagian lagi malah menganggap asuransi itu seperti judi. Padahal, perbedaannya sangat terang benderang. Dalam judi, orang dihadapkan pada satu dari dua kemungkinan, menang atau kalah. Untung atau rugi. Orang yang berjudi adalah orang yang mencari risiko dan mengambil risiko itu untuk dirinya. Sementara orang yang berasuransi adalah orang yang menghindari risiko. Filosofi asuransi, berbeda dari judi, adalah memberikan dukungan (finansial) tatkala seseorang atau lembaga mengalami kehilangan (barang, jasa, kesempatan, hingga nyawa) atau kerugian. Kalau judi bersifat menciptakan risiko dengan mencari keuntungan (dengan risiko yang sama besar akan mendapatkan kerugian), maka asuransi tidak bersifat mencari keuntungan (finansial) tetapi mengurangi dan menghindari risiko.

 

Mengapa risiko itu harus dihindari? Karena seperti bait lagu tadi, tahu kapan ajal tiba, atau kapan mala akan datang, hanyalah andai-andai.

 

Sejarah Panjang Asuransi

Asuransi sesungguhnya sudah muncul ketika sebuah komunitas masyarakat terbentuk dan beraktivitas. Orang-orang di China sejak abad ke-3 sebelum Masehi sudah mempraktekkan “sistem asuransi” ketika melakukan perdagangan yang dilakukan di sungai-sungai yang mereka lintasi untuk berdagang. Caranya adalah tidak menempatkan barang-barang mereka dalam satu kapal yang sama guna menghindari hilangnya seluruh barang bilamana terjadi perampokan di tengah jalan atas barang-barang mereka. Masyarakat Babilonia juga sudah melakukannya pada abad ke-2 sebelum Masehi. Pada masa itu, jika seorang pedagang mendapatkan pinjaman uang untuk mengirimkan barang-barang dagangan, si pedagang akan mencicil pinjaman tersebut dalam jumlah yang lebih besar dari nilai pinjaman, guna menghindari risiko pembayaran cicilan bilamana barang-barang dagangan yang mereka kirimkan dirampok atau hilang dalam perjalanan. Dalam catatan sejarah yang terekam pada Kitab Hammurabi, 1750 sebelum Masehi, praktek ini sudah dijalankan di tengah masyarakat pedagang-pedagang kapal yang mengarungi jazirah Mediterania.

 

Cerita kitab suci tentang Nabi Yusuf yang menjadi penasehat Raja Firaun di Mesir juga sering diangkat sebagai bagian dari sejarah asuransi. Ketika Mesir mengalami kemakmuran dan panen melimpah, Yusuf menasehati Firaun untuk menyimpan sebagian panenan, guna mengantisipasi keadaan buruk yang bisa terjadi di masa depan. Pesan kenabian Yusuf dapat dipandang sebagai upaya menghindari risiko, kalau-kalau terjadi hal buruk di masa depan. Dan benarlah demikian. Ketika bangsa Mesir dilanda paceklik dan wabah, simpanan panenan itu bermanfaat dan menyelamatkan rakyat Mesir dari kelaparan.

 

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa asuransi memang sudah ada ketika sebuah masyarakat terbentuk dan mengadakan interaksi satu sama lain dalam rangka menciptakan kehidupan yang lebih baik pada masanya. Bentuknya saja yang mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Di era modern, semakin banyak jenis asuransi yang ditawarkan seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia untuk terhindar dari risiko-risiko yang tidak diinginkannya. Mengasuransikan rumah dari ancaman kebakaran atau banjir, mengasuransikan mobil ketika risiko kecelakaan atau hilang muncul, mengasuransikan pendidikan anak dan kesehatan, atau mengasuransikan jiwa seseorang cuma beberapa contoh yang sudah jamak dijumpai dalam praktek asuransi modern. Kini, alat-alat elektronik atau perhiasan, bahkan lukisan atau tanaman, juga sudah dicakup dalam layanan asuransi. Bahkan seorang artis juga dapat mengasuransikan bagian tubuhnya yang dianggap penting. Tindakan atau kegiatan (artinya bukan barang) yang berpotensi menghasilkan risiko kerugian seperti perjalanan juga memperoleh perlindungan asuransi.

 

Hidup dengan Risiko

Orang Indonesia, boleh jadi orang yang suka mengambil risiko dan merasa risiko adalah bagian dari hidup. Secara geologis, Indonesia berada pada cincin api (ring of fire) Pasifik yang menyebabkan banyak gunung berapi di dataran ini. Ini artinya, dibandingkan kawasan lain, risiko bencana alam yang ditimbulkan dari gunung api di kawasan ini termasuk yang terbesar. Secara geologis pula, semua daerah di Indonesia kecuali Pulau Kalimantan adalah daerah yang rawan terjadi gempa. Orkestrasi alam yang memunculkan guncangan di permukaan bumi bisa terjadi puluhan kali setiap tahun. Gempa di Papua misalnya, segera memicu goncangan di kawasan lain yang jaraknya ribuan kilometer.

 

Dari sisi lingkungan dan kesehatan, Indonesia adalah negeri dengan pandemi dan korban flu burung tertinggi di dunia. Flu mematikan ini menyerang dan menyebar dari daratan Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, hingga Papua. Wabah ini mengguncang psikologi warga karena si virus memilih unggas sebagai media penularan, binatang yang dipelihara hampir seluruh masyarakat di seluruh Indonesia dan merupakan salah hewan konsumsi terpenting.

 

Belum lagi ketika kita bicara wabah lain yang diakibatkan oleh nyamuk. Setiap kali musim hujan tiba, sebagian besar rumah sakit di seluruh Indonesia disibukkan dengan meledaknya korban nyamuk demam berdarah. Korban-korban meninggal yang terlambat mendapatkan perawatan bertambah setiap tahun. Itu baru nyamuk demam berdarah. Nyamuk-nyamuk lainnya kini juga berkembang semakin pesat seiring dengan terciptanya ekosistem lembab dan panas yang diakibatkan oleh peningkatan temperatur udara lingkungan dan perubahan cuaca.

 

Dari sisi transportasi, Indonesia juga memegang rekor. Beberapa tahun belakangan ini, kecelakaan pesawat udara yang terjadi di tanah air menduduki peringkat teratas dibandingkan negara-negara lain di seluruh dunia. Itu baru pesawat udara. Sebagai negeri dengan banyak pulau, kapal juga merupakan transportasi utama di negeri ini. Dan simak saja berita di koran dan televisi tentang kecelakaan kapal yang terjadi di tanah air dua tahun belakangan ini saja.

 

Bila di laut dan di udara ancaman atau risiko kecelakaan sedemikian besar, setali tiga uang pula risiko kecelakaan transportasi darat. Kereta api anjlok hampir terjadi setiap bulan, padahal moda transportasi itu hanya tersedia di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Tak bisa dibayangkan bila seluruh Indonesia dilayani oleh jasa ini. Belum lagi kecelakaan yang diakibatkan oleh moda transportasi darat terpenting yakni kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan yang terus meningkat tanpa ada pengendalian, pembatasan, atau pengurangan secara sistematis, jelas akan membuat jalan raya kian dipadati oleh kuda-kuda besi ini, baik roda dua maupun roda empat. Efeknya, keamanan dan keselamatan di jalan raya menjadi pertanyaan besar.

 

Namun anehnya, kesadaran warga untuk mengurangi risiko-risiko hidup di wilayah yang secara faktual seperti tergambar di atas justru masih terbilang rendah. Dari seluruh penduduk Indonesia yang jumlahnya kini mencapai kurang lebih 220 juta jiwa, mereka yang terlindungi oleh asuransi jumlahnya tak lebih dari 20 persen. Bandingkan dengan negara lain seperti Jepang yang asuransinya bisa mencapai angka 300 persen, yang artinya setiap orang rata-rata memiliki polis asuransi sebanyak tiga buah. Di negara tetangga seperti Malaysia, jumlah warga yang ikut serta dalam program asuransi mencapai hampir separuh dari jumlah penduduk.

 

Menumbuhkan Kesadaran Berasuransi

Dengan peta kasar yang tergambar di atas, ditambah fakta bahwa sesungguhnya penduduk Indonesia dikelilingi oleh risiko-risiko seperti itu, minat dan kesadaran berasuransi di kalangan warga jelas masih sangat rendah. Namun rendahnya kesadaran berasuransi ini sekaligus merupakan potensi besar bila pemerintah dapat menelurkan kebijakan dan regulasi yang mendorong tumbuhnya minat dan kesadaran berasuransi.

 

Tanggal 18 Oktober adalah waktu yang ditetapkan sebagai Hari Asuransi Indonesia. Momentum ini tentu saja penting dan perlu disosialisasikan supaya sebuah hari dalam setahun ini dapat digerakkan menjadi bola salju yang kian membesar sepanjang tahun. Tahun ini, asuransi mengambil tema “Asuransi Mitra Menuju Sejahtera”. Namun hingga saat ini, gaung itu belum menggema menjadi sebuah kesadaran baru dan gerakan yang sifatnya masif di tengah masyarakat. Artinya, kesadaran itu masih menyentuh lapisan masyarakat yang sama yang sebenarnya justru sudah “melek” asuransi, sementara sebagian besar masyarakat yang lain masih memilih hidup sebagaimana biasa dengan segala risiko-risikonya, tanpa pernah digugah kesadarannya bahwa risiko itu bisa dihindari atau dikurangi.

 

Ingat, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok pada kita dan ketika kita terlambat melindungi diri, sia-sialah semuanya. Selamat merayakan hari asuransi.

 

 

27 Comments

  1. kweebee said,

    27 October 2007 at 1:41 am

    wah iya, baru tadi siang liat amplop dari prudential punya rekan sekantor .. dalam hati berfikir “doh, gw blom punya asuransi sama sekali” .. hari gini?!?

    so punya saran yg smart?

  2. wisnuhardana said,

    27 October 2007 at 1:50 am

    Saya punya pengalaman cukup baik dengan Prudential. Sampai saat ini, ada dua polis yang saya punya di Prudential. So far lom ada masalah, jadi masih lancar bayarnya.

    Kuncinya, dapatkan agen yang nggak sekadar nyari nasabah. Jelaskan yang kita mau, dan bandingkan agen satu dengan agen lain. Pilih yang paling sreg, karena agen itulah yang akan menjadi jembatan kita ke asuransi kalo ada masalah…

  3. yin yin said,

    02 March 2008 at 9:44 am

    ih ka2 ungu yg ganteng2 abis ku suka bgt ma kalian kapan kalian mo manggung lg di tasik kutunggu banget yach

  4. aryo Baskoro said,

    25 May 2008 at 1:11 pm

    ok…

  5. itha said,

    05 August 2008 at 6:38 am

    kakak ungu yang pada cwakep N gwanteng-gwanteng kapan lagu nih manggung ke KOTA PALOPO..?? kakak ungu kan kemaren baru udah manggung di MAKASSAR,kok g’ sekalian ke PALOPO juga sih kak…salam manis buat kak Onchi N buat anaknya kak pasha salam juga yah….

  6. itha said,

    05 August 2008 at 6:42 am

    kakak ungu yang pada cwakep N gwanteng-gwanteng kapan lagi nih manggung ke KOTA PALOPO..?? kakak ungu kan kemaren baru udah manggung di MAKASSAR,kok g’ sekalian ke PALOPO juga sih kak…salam manis buat kak Onchi N buat anaknya kak pasha salam juga yah….

  7. madish said,

    05 August 2008 at 10:10 am

    lam Kan9enD daRi Qyu….Wt muA naK2 UNGU y9 9anTeng2,pINteR Maen MusiK…KpaN man99ung l9i dPuErt0 rIcho…Qyu dAh kaN9en bgDh PengeN Liat ka2q tersaYan9,terGanTeng,teRcaKep,teRmeRDu……Si9it pURnoMO SYamsuDdiN saID….atO…..PASHA…..LUvU…..

  8. febri said,

    05 August 2008 at 2:18 pm

    Bwt para personel ungu aq ucapkan slamat atas kesuksesannya. aq harap kalian g jd org yang sombong. aq mw ti2p salam bwt k’onci yg makin cuetttt. jgn sombong y??? kpn2 manggung di ptk lg ya??? aq tggu kalian.

  9. Febri said,

    05 August 2008 at 2:22 pm

    bwt personel ungu aq mw ucapkan slamt sukses. Smoga kalian g jd org yg sombong. aq mw ti2p slm bwt k’ onci jgn jd org yang sombong ya. k2k tuh cuueeeeett bgt. Makasi krn kalian udah mw manggung di ptk. Kpn2 manggung di ptk lg y??????? aq tggu kedatanganmu

  10. FuNnY&SiGiT said,

    06 August 2008 at 7:57 pm

    aQ skA bNgt mA kaLiaN aQ jGa PnY GmBr n alBuM2 KaLian kuK Dah g’ kDnGrAn ciEh Kbr’A kMnA ZA ciE? Aq dOaIn KaLiAn mKiN sUkSes oKKKK Aq cAyAnKKKKK bGt ma Kk PaSha

  11. FuNnY&SiGiT said,

    06 August 2008 at 8:00 pm

    jGn SmbNg2 YuPz wAt k’PasHa gmN jbr’A tuCh k’OkiE kiEsHa mA ShAkiENa

  12. dari jogja said,

    26 September 2008 at 3:07 pm

    so sweet……………..kalian keren banget
    sukces yaw,,,,

  13. thya said,

    02 November 2008 at 1:54 pm

    artikel yang bagus,
    boleh yah saya jadiin referensi proposal saya, terimakasiih,
    sumber akan saya cantumkan😉

  14. ika cliquers said,

    30 December 2008 at 4:21 pm

    hai ka2k ungu yg gamteng, imoets ‘n mkin kren aja!!! bwat ungu kpan manggung lgi ndek mojokerto aq kangen bgt ma kalian.bwat kak PASHAq yg ganteng ‘n imoets aq do’ain moga mkin sukses aja ya!!!!! Oh ya aq jg ntip salam bwat k’ Okie,kIEsha ‘n ShaKina. SukSes bwt ungu moga2 mkin kompak ja ‘n bza ngeluarin album yg mkin kren

  15. eureka azizah said,

    12 February 2009 at 3:54 pm

    sukses ja dueh wat “UNGU”. . . dri sLh fans’y tu Qu… sLm y wat prsoniL2 “UNGU”… sLm jga bwt Pasha Yg Kren abZzZzZ . . . .!!! . . . . .

  16. qliquers said,

    12 February 2009 at 4:01 pm

    sukses ja dueh wat “UNGU”. . . dri sLh fans’y tu Qu… sLm y wat prsoniL2 “UNGU”… sLm jga bwt k’Pasha Yg Kren abZzZzZ . . . .!!! . . . . .
    ihh… q ska bgt ma Lgu2’y,abz lgu’y mnyntuh hati bgtzzz… enk d dngr,n vokalis’y jga profesional bgt……

  17. monic said,

    23 May 2009 at 3:05 pm

    aku ngefans banget ma band ungu,lagu2nya emang dasyat banget deh,sukses terus buat band ungu.semoga lagu2 yang kalian ciptain dapat di terima oleh pendengarnya,dan smakin banyak yang ngefans ma kalian smua.amin

  18. iis said,

    11 June 2009 at 11:44 am

    @q fans bngt ma band ungu, coZ lagu2’y thu dlm2 bngt.
    selain thu Q jg ska ma personil ungu, utama n terutama ma k’pasha,,,,,,,,,,,,,,
    wat band ungu smga tmbh sukses ja yach!!!!!!!!!!!!!!!

    Salam MuaNNNiZz: Iis Qliquers

  19. herawan said,

    25 July 2009 at 6:25 pm

    sukses wat UNGU untuk album baruny yaitu (PENGUASA HATI)……………………
    kapan nie album Religiny kluar.gw tunggu yach……………salam Qliquers (HERMAWAN)

  20. ekka_pietri said,

    28 July 2009 at 1:13 pm

    ungu kren

  21. D3sI said,

    07 August 2009 at 9:13 pm

    bwt UNGU aq pngen jmpa lngsung N mmluk yg nm_a band UNGU…….aq desi dMEDAN-TEMBUNG kyk mn cra_a bsa jmpa sm klian smua,,,,,,Oy gmn dgn album religinya cpetan keluarnya donk aq tnggu ya……….UNGU IS THE BEST

  22. D3sI said,

    07 August 2009 at 9:14 pm

    sukses ungu is the best

  23. drajad said,

    12 September 2009 at 12:50 pm

    tak ada satu jiwa pun yang tak melewati maut, pun dia tak akan bisa terlepas darinya. datangnya pun tak urut umur, ada yang mati muda/ bayi/ jompo/ belia atau bahkan pada umur kematangan yang sempurna.

  24. prasetya adie pratama said,

    28 September 2009 at 2:43 pm

    tak ada satu manusiapun yg kebal!psti semua manusia mat!

  25. rani said,

    02 November 2009 at 4:20 pm

    tidak ada manusia yang hidup terus menerus

  26. ayatea said,

    08 January 2010 at 8:13 pm

    manusia pzt mt

  27. EaRGA said,

    17 May 2010 at 1:57 pm

    sUksEs bWat ungu ea mga truz jaya n taktungu album barunya yruz slalu nyapa para fens yg da di klaten key


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: